TABEL PENDAPATAN
PERKAPITA NEGARA MAJU DI DUNIA
|
No Urut
|
Nama Negara
|
Pendapatan Perkapita
|
|
1.
|
AMERIKA SERIKAT
|
Rata-rata gaji di AS mencapai US$ 42.050 (Rp 399 juta) per tahun
|
|
2.
|
IRLANDIA
|
Rata-rata gaji di Irlandia mencapai US$ 41.170 (Rp 391 juta) per
tahun
|
|
3.
|
LUXEMBURG
|
Rata-rata gaji di Luxemburg mencapai US$ 37.997 (Rp 360 juta) per
tahun
|
|
4.
|
SWISS
|
Rata-rata gaji di Swiss mencapai US$ 35.471 (Rp 336 juta) per tahun
|
|
5.
|
AUSTRALIA
|
Rata-rata gaji di Australia mencapai US$ 34.952 (Rp 332 juta) per
tahun
|
|
6.
|
INGGRIS
|
Rata-rata gaji di Inggris mencapai US$ 33.513 (Rp 318 juta) per tahun
|
|
7.
|
KANADA
|
Rata-rata gaji di Kanada mencapai US$ 32.662 (Rp 310 juta) per tahun
|
|
8.
|
NORWEGIA
|
Rata-rata gaji di Norwegia mencapai US$ 31.101 (Rp 295 juta) per
tahun
|
|
9.
|
KOREA SELATAN
|
Rata-rata gaji di Korsel mencapai US$ 31.051 (Rp 294 juta) per tahun
|
|
10.
|
BELANDA
|
Rata-rata gaji di Belanda mencapai US$ 29.269 (Rp 278 juta) per tahun
|
|
|
Gaji rata-rata di sebuah negara bisa menjadi ukuran
kesejahteraan rakyatnya. Biasanya, semakin tinggi gaji maka sejalan dengan
tingkat kesejahteraannya.
Semakin tinggi gaji maka semakin banyak uang yang bisa
ditabung, tentunya setelah dipotong pajak, biaya hidup dan lain-lain. Di
Indonesia, besaran gaji rata-rata ini diatur oleh pemerintah yaitu melalui upah
minimum yang berbeda-beda tiap provinsi.
Jika dibandingkan dengan negara maju, upah minimum di
Indonesia masih kalah jauh. Contohnya di negara-negara ini, yang memberikan
gaji rata-rata cukup tinggi kepada rakyatnya Negara-negara ini masuk ke dalam
daftar10 Negara Pemberi Gaji Terbesar di Dunia….
Belanda
Rata-rata gaji di Belanda mencapai US$ 29.269 (Rp 278 juta)
per tahun. Sebenarnya gaji kotornya mencapai US$ 47.056, tapi itu belum
dipotong pajak dan lain-lain sekitar 37,8%. Ekonomi di negara ini digerakkan
oleh industri makanan, listrik, wisata, mekanik, dan kimia Belanda punya
pelabuhan terbesar di Eropa, yaitu di Rotterdam yang lokasinya sangat dekat ke
pelabuhan-pelabuhan Inggris dan Jerman.
KOREA SELATAN
Rata-rata gaji di Korsel mencapai US$ 31.051 (Rp 294 juta)
per tahun. Gaji kotor per tahun sebesar US$ 35.406 per tahun, sebelum dipotong
pajak dan lain-lain 12,3%.
Negeri K-Pop ini menjadi negara pemberi gaji paling tinggi
di Asia. Ekonomi Korsel sudah tumbuh pesat sejak 1960-an.
Korsel juga menjadi eksportir terbesar keenam dan importir
terbesar kesepuluh di dunia Tenaga nuklirnya termasuk yang terbesar kelima dan
menghasilkan 45% dari total listrik di negaranya.
NORWEGIA
Rata-rata gaji di Norwegia mencapai US$ 31.101 (Rp 295 juta)
per tahun. Gaji kotor per tahun sebesar US$ 43.990 per tahun, sebelum dipotong
pajak dan lain-lain 29,3%.
Norwegia merupakan negara yang ditopang oleh sistem kapitalis.
Negara ini memiliki banyak sumber daya alam, seperti minyak, listrik tenaga
air, ikan, hutan dan mineral. Sistem kesehatan di negara ini benar-benar
efisien dan gratis.
Pemerintah menguasai mayoritas dari seluruh industri sumber
daya alam tersebut. Hal ini membuat angka pengangguran di Norwegia selalu
rendah, dibarengi dengan tingkat produktifitas yang tinggi.
KANADA
Rata-rata gaji di Kanada mencapai US$ 32.662 (Rp 310 juta)
per tahun. Gaji kotor per tahun sebesar US$ 42.253 per tahun, sebelum dipotong
pajak dan lain-lain 22,7%.
Kanada merupakan salah satu dari sedikit negara yang mampu
mengekspor energi karena punya cadangan minyak dan gas yang sangat tinggi.
Selain itu, negara ini juga punya banyak produk agrikultur
dan cadangan mineral lain, seperti seng, uranium, emas, nikel, dan aluminium.
INGGRIS
Rata-rata gaji di Inggris mencapai US$ 33.513 (Rp 318 juta)
per tahun. Gaji kotor per tahun sebesar US$ 44.743 per tahun, sebelum dipotong
pajak dan lain-lain 25,1%.
Industri jasa menyumbang hampir 75% kepada pertumbuhan
ekonomi Inggris. Industri wisata punya peranan penting, apalagi Inggris
termasuk sebagai negara tujuan destinasi keenam di dunia.
London dinobatkan menjadi kota yang paling banyak dikunjungi
tiap tahun. London juga punya pusat pasar finansial terbesar setelah New York.
AUSTRALIA
Rata-rata gaji di Australia mencapai US$ 34.952 (Rp 332
juta) per tahun. Gaji kotor per tahun sebesar US$ 44.983 per tahun, sebelum
dipotong pajak dan lain-lain 22,3% Selama sepuluh tahun terakhir ini, Australia
sudah mengekspor banyak hasil industri untuk kebutuhan sehari-hari. Hasilnya,
neraca perdagangan negara kangguru ini sudah mulai seimbang.
SWISS
Rata-rata gaji di Swiss mencapai US$ 35.471 (Rp 336 juta)
per tahun. Gaji kotor per tahun sebesar US$ 50.242 per tahun, sebelum dipotong
pajak dan lain-lain 29,4% Sektor manufaktur di negara ini sangat menonjol,
mulai dari alat kesehatan dan farmasi, bahan kimia khusus hingga ke alat-alat
musik dan kesenian. Penggerak ekonomi di Swiss antara lain di sektor perbankan,
asuransi, wisata, dan organisasi internasional.
LUXEMBURG
Rata-rata gaji di Luxemburg mencapai US$ 37.997 (Rp 360
juta) per tahun. Gaji kotor per tahun sebesar US$ 52.847 per tahun, sebelum
dipotong pajak dan lain-lain 28,1% Sektor perbankan dan keuangan menguasai
ekonomi negara ini, sejalan dengan dinobatkannya Luxemburg sebagai pusat
perusahaan investasi terbesar kedua di dunia. Raksasa internet seperti Skype
dan Amazon punya kantor cabang di sini.
IRLANDIA
Rata-rata gaji di Irlandia mencapai US$ 41.170 (Rp 391 juta)
per tahun. Gaji kotor per tahun sebesar US$ 50.764 per tahun, sebelum dipotong
pajak dan lain-lain 18,9% Ekonomi Irlandia ditopang oleh jasa dan industri
teknologi. Buruh di negara ini punya tingkat intelijensi sangat tinggi dibantu
dengan pajak perusahaan yang rendah.
AMERIKA SERIKAT
Rata-rata gaji di AS mencapai US$ 42.050 (Rp 399 juta) per
tahun. Gaji kotor per tahun sebesar US$ 54.450 per tahun, sebelum dipotong
pajak dan lain-lain 22,8%. Ekonomi di AS digerakkan oleh pasar finansial.
Negeri Paman Sam ini punya sumber daya alam yang cukup banyak dan ditunjang
oleh infrastruktur serta produktifitas yang tinggi. AS termasuk importir dan
eksportir terbesar di dunia.
INDONESIA
Pendapatan perkapita Indonesia 2013 US$4.000
Naik dari US$1.100 per kapita per tahun pada 2004.
Kemiskinan tinggal 11,6% dan pengangguran tersisa 5,92%
Hatta Rajasa menyatakan pendapatan perkapita Indonesia capai
US$4.000
JAKARTA (WIN): Pelaksana Tugas Menteri Keuangan (Plt Menkeu)
Hatta Rajasa mengatakan bahwa jumlah kemiskinan dan pengangguran menurun tajam
setelah reformasi digulirkan menyusul adanya tingkat pendapatan masyarakat yang
mengalami peningkatan cukup signifikan.
“Setelah reformasi, banyak kemajuan yang kita capai baik itu
penurunan kemiskinan, pengangguran serta peningkatan pendapatan masyarakat,”
kata Hatta seperti dikutip dari Siaran Pers Pusat Komunikasi Publik Kementerian
Keuangan pada Kamis (16/5/13).
Kemiskinan di Indonesia pada 2004 mencapai 17%, namun saat
ini, lanjutnya, kemiskinan hanya menyentuh 11,6%, mengalami penurunan sekitar
5,4%.
Sementara itu, jumlah pengangguran juga mengalami penurunan
dari 10 % pada 2004 menjadi 5,92% pada tahun ini.“Jumlah pendapatan per kapita
Indonesia juga mengalami peningkatan dari US$1.100 per kapita per tahun di 2004
menjadi US$4.000 per kapita per tahun pada saat ini.”
Hatta, menambahkan yang lebih menggembirakan adalah ekonomi
Indonesia tetap tumbuh di atas 6% persen walaupun ekonomi dunia sedang
mengalami perlambatan.
“Ini ada prestasi yang sudah kita capai. Namun di sisi yang
lain di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat, ekonomi kita masih
tumbuh diatas 6%. Tetapi ini belum membuat kita menjadi puas, masih banyak yang
perlu kita lakukan,” katanya.
Saat ini, pemerintah terus berupaya meningkatkan
perekonomian Indonesia dan tentunya menyejahterakan rakyat Indonesia. Salah
satu konsep yang sudah dicanangkan adalah melalui proyek Master Plain
Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"Ini adalah upaya kita bersama agar
pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan merata dengan melakukan program MP3EI di
6 koridor. Dengan itu dapat melahirkan pusat ekonomi baru yaitu pusat-pusat
yang berada di kabupaten kita ini. Ini memerlukan tangan-tangan terampil namun
harus konsisten,” ujar Hatta yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar